6 Kesalahan Dalam Trading Forex 80% Hampir Semua Orang Melakukannya

Terima Kasih Bapak Harry Tanumiharja Dari Sydney Australia Atas Donasi Ikhlas Biaya Pengganti Riset Alat Expert Advisor Liberty (Promo Juni)
23/07/2020
Terima Kasih Bapak Wesley Tan Atas Langganan Vps Enterprise + Setting Selama 1 Bulan
27/07/2020

6 Kesalahan Dalam Trading Forex 80% Hampir Semua Orang Melakukannya

Share this:

Dunia forex  Indonesia sedang berada dalam “masa susah”! Mengapa? Karena mayoritas “karir” trader forex  Indonesia (terutama pemula) berhenti secara prematur sebelum mereka mampu menghasilkan apa pun. Padahal banyak sekali yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk meraih peluang yang ada di pasar, namun tak mampu memperoleh hasil yang berarti. Kali ini, kita akan mencoba untuk membahas setidaknya 6 penyebab kegagalan dalam trading forex berikut cara mengatasinya:

1. Belum Menjadikan Trading Forex Sebagai Kebiasaan

Pernahkah Anda melihat pekerja di pabrik rokok kretek yang bisa melinting 350 batang rokok per jam dengan sangat rapi? Itulah mengapa mereka terlihat sangat lihai melakukan hal-hal tersebut. Dalam trading pun demikian anda harus fokus dan percaya diri agar bisa trading forex dengan baik. Selama Anda masih belum terbiasa melakukan analisa dan mengambil keputusan. Padahal masalahnya bukan pada forex-nya, melainkan pada ketidak biasaan Anda dalam trading forex.

Solusinya adalah menjadikan aktivitas trading sebagai kebiasaan. Luangkan waktu setiap hari untuk memantau, menganalisa. Nah, dalam proses ini, Anda bisa berlatih menggunakan demo account terlebih dahulu pilihlah borkoer terpercaya dan downoad metatrader 4 ataupun 5.

2. Masalah Kepercayaan Diri

Ada dua masalah tentang kepercayaan diri:

Kurang percaya diri

Terlalu percaya diri

Kurang percaya diri diakibatkan kurangnya pengetahuan. Terlalu banyak hal-hal negatif yang memenuhi pikiran. Takut salah perkiraan, takut rugi, dan sebagainya. Ketakutan-ketakutan itu mencegah Anda untuk melakukan transaksi dan akhirnya justru banyak kesempatan emas terlewatkan. Solusinya adalah dengan memperbanyak belajar tentang forex trading. Lengkapi pengetahuan dengan teknik trading serta manajemen modal dan manajemen resiko, sehingga beberapa kali loss tidak akan mempengaruhi hasil trading Anda, karena secara keseluruhan Anda masih tetap bisa menikmati profit yang manis. Sebaliknya, percaya diri yang terlalu tinggi pun bisa menjadi masalah. Terlalu percaya diri akan menyebabkan Anda tidak disiplin pada trading plan. Alih-alih mendapat keuntungan, justru kerugian yang besar akan senantiasa menghantui Anda hingga suat saat akan “membunuh” akun Anda.

Solusinya, ingat bahwa Anda tidak mungkin bisa mengendalikan pasar. Pasarlah yang selalu benar. Maka patuhi sistem trading, manajemen modal dan manajemen resiko Anda. Ketika semua parameter itu mengatakan Anda harus keluar dari pasar, maka keluarlah. Dengan kata lain, patuhi trading plan Anda!

3. Terlalu Banyak Mempelajari Teori Forex Trading

Banyak sekali trader forex pemula “kalap” dalam melahap berbagai macam teori, trik dan strategi sehingga mereka lupa bahwa semua itu tak akan membuahkan apa-apa tanpa praktek di pasar yang sesungguhnya. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka tidak membutuhkan teori yang terlalu rumit atau canggih untuk bisa menangkap peluang yang ada di pasar.

Akhirnya mereka menjadi bingung, teori mana yang harus mereka pakai. Solusinya adalah pelajari satu atau paling banyak dua sistem trading saja. Kuncinya adalah memilih sistem trading yang paling sesuai dengan karakter/style trading forex Anda. Kenyataannya, para trader forex profesional hanya menggunakan satu atau dua strategi sederhana dengan konsisten. Belajar memang perlu, namun terlalu banyak mempelajari teori trading hanya akan membuat Anda bingung. Semua yang serba “terlalu” memang tak baik 🙂

4. Mudah Menyerah

Seringkali para trader pemula menyerah kalah setelah didera beberapa kali kerugian. “Ini bukan dunia saya,” kata mereka. Padahal beberapa kali kerugian adalah hal yang wajar dalam bisnis. Yang membuat mereka “angkat tangan” biasanya adalah besarnya kerugian yang diderita. Ini karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen modal dan manajemen resiko.

Solusinya sederhana, sadari bahwa kerugian hanyalah resiko yang memang merupakan bagian dari bisnis mana pun, termasuk trading. Agar bisa meminimalkan resiko, pelajari dan terapkan manajemen resiko yang baik dan benar, sehingga Anda akan memiliki lebih banyak peluang untuk memanfaatkan pergerakan pasar.

5. Tidak Memiliki Plan

“If you failed to plan, you planned to fail.” Apa pun yang dilakukan tanpa perencanaan—terutama bisnis—hampir pasti tidak akan berjalan dengan baik, bahkan berakhir dengan kegagalan. Trader yang melakukan transaksi hanya secara sporadis, tanpa perencanaan yang matang, tak pernah bisa bertahan lama di kancah trading forex. Mungkin pada beberapa kasus ada pemula yang bisa memperoleh keuntungan di awal-awal perjalanan trading mereka, namun tidak pernah ada yang bisa mempertahankan prestasi itu. Justru mereka biasanya selesai hanya dalam hitungan minggu.

Solusinya: milikilah trading forex plan yang di dalamnya ada aturan-aturan yang harus Anda ikuti termasuk batasan resiko, sistem yang harus diikuti, hingga aturan menggunakan modal. Jangan lupa, disiplanlah menjalankan trading forex plan tersebut. Dalam trading forex, ada yang berbunyi, “Plan your trade, trade your plan.”

6. Tidak Fokus

Kebanyakan trader forex pemula—terutama part-timer—tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisa dan transaksi karena kesibukan mereka. Akhirnya mereka hanya melakukan transaksi di waktu-waktu senggang saja. Sayangnya kebanyakan waktu senggang yang mereka miliki justru adalah waktu-waktu yang “sepi”, ketika tidak banyak pergerakan yang signifikan di pasar. Kalaupun ternyata waktu senggang tersebut bertepatan dengan “jam sibuk” pasar (ketika banyak peluang yang tercipta), namun tidak diimbangi dengan konsentrasi yang cukup baik.

Terkadang perhatian mereka teralihkan oleh tayangan di televisi, topik obrolan yang menarik, atau mungkin rengekan sang anak yang mengajak bermain. Akibatnya, banyak sekali peluang yang terlewatkan. Trading forex pun menjadi tidak maksimal, tidak bisa memberikan hasil yang diharapkan, dan pada gilirannya hanya akan membuat Anda meninggalkan peluang yang sangat luar biasa. Solusinya, sediakan waktu khusus untuk trading. Pasar biasanya akan ramai pada pukul 14.00-21.00 WIB. Pilihlah waktu di antara jam-jam tersebut. Tidak perlu terlalu lama, cukup satu atau dua jam saja sehari, seandainya aktivitas Anda sudah cukup padat. Jika waktu Anda bisa lebih panjang, tetaplah selingi dengan istirahat sekitar setengah hingga satu jam tiap dua jam sekali. Ini penting untuk menjaga kebugaran Anda. Seandainya memungkinkan, sediakan juga tempat khusus untuk melakukan aktivitas trading forex, di mana gangguan bisa Anda minimalkan. Jika tidak memungkinkan, buat kesepakatan dengan teman atau anggota keluarga yang lain bahwa Anda tidak ingin diganggu pada jam-jam trading Anda tersebut.

Untuk konsultasi online gratis
Berlangganan signal Forex Buy Sell Provits
Registrasi dan jadwal edukasi rutin
Telegram 08159910880
Jika anda tetap mau menerima update dari kami mengenai promosi, jadwal edukasi dan berita penting lain, klik link Telegram ini https://t.me/BeritaTrading Disini juga ada tampilan LIVE CHART INDIKATOR LENGKAP GRATIS SETIAP HARI LHO!!!

Joint / like fanpage Facebook kami di Provits Training
Follow us :
Twitter : @ProvitsTraining
Instagram : @ProvitsTraining
Youtube : Provits Training
Buy or Sell Just Profit

Share this:

Leave a Reply